Kertas Posisi : Konflik Ruang VS Kedaulatan Rakyat Atas Ruang

Indonesia merupakan negara dengan tingkat kemajemukan sosial, budaya dan ekologik yang tinggi dan rumit. Terdapat 1340 kelompok group dan 546 kelompok bahasa tersebar dari Sabang sampai Merauke. Wilayah Nusantara, yang kemudian disebut sebagai Indonesia, memiliki sejarah yang panjang dan rumit. Pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu-Islam sangat kental mempengaruhi kultur Nusantara. Sejarah panjang masa-masa kolonial, khususnya Belanda, sangat mempengaruhi karakter ekonomi-politik negara berikut perangkat hukum pendukungnya yang berlaku hingga sekarang. Kesalahan-kesalahan paradigmatik yang berkaitan dengan pengurusaan tanah dan kekayaan alam tidak lepas dari berbagai pengaruh masa lalu bangsa Indonesia.

Kesalahan-kesalahan paradigmatik kebijakan keruangan dan berbagai konsekwensinya yang memprihatinkan menjadi dasar terbitnya position paper ini. Position paper ini secara umum akan mengkritisi berbagai kebijakan dan praktik pengelolaan sumberdaya alam dan keruangan. Berbagai kesalahan paradigmatik kebijakan keruangan akan diulas. Berbagai akibat kesalahan kebijakan dan pengelolaan ruang akan diulas. Berbagai perkembangan penggunaan pemetaan partisipatif, sebagai bagian cara masyarakat mendokumentasikan pengetahuan keruangannya, dan kemungkinan sumbangannya pada kebijakan nasional juga dibahas. Position paper ini ditutup dengan beberapa rekomendasi berkenaan dengan kebijakan pengaturan keruangan.

[wpdm_file id=55]

Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Email this to someonePin on Pinterest0Share on LinkedIn0