WTA Bogor Berhasil Jelajahi Hutan Adat Kasepuhan Karang

Tim pengendali sedang memperhatikan pesawat saat terbangWalaupun sempat dihantui issu horor, Tim Wahana Tanpa Awak (WTA) Bogor berhasil menjelajahi Hutan Adat Kasepuhan Karang dengan menggunakan Drone jenis Fixed Wing News Skywalkers sejak Kamis hingga sabtu (6-8/4) di Pasir Muncang, Kampung Karang, Desa Jagaraksa Kecamatan Muncang Kabupaten Lebak- Banten.

Tim WTA BogorTIM WTA Bogor Bertolak dari Seknas JKPP Bogor pada Selasa (4/4) sore, langsung menuju Kantor Desa Jagaraksa untuk mempersiapkan diri dan menginap disana. Tim yang beranggotakan 9 orang ini merupakan gabungan dari berbagai lembaga NGO yakni JKPP, RMI, AMAN, PUTER, dan FWI ini membawa misi untuk melakukan rangkaian pemetaan Hutan Adat Kasepuhan Karang paska ditetapkan oleh Presiden Jokowi pada Desember 2016 lalu. Namun, Tim baru bisa memulai menjalankan misinya pada Kamis (6/4) pagi, karena cuaca yang tidak mendukung.

“Ini misi kedua kami, sebelumnya dilakukan pada bulan Januari lalu namun mengalami kendala cuaca ekstrim, sehingga baru bisa dilanjutkan saat ini” terang Diana Sefiani, tim mekanik.

“Walaupun banyak kendala, tapi misi kali ini berhasil” ujarnya bangga.

landscape Hutan adat Kasepuhan KarangHutan Adat Kasepuhan Karang memiliki nilai sejarah dan mitos yang penuh misteri. Selain berada di ketinggian 1.200 Mdpl, lokasinya pun berbukit-bukit dan masih hutan lebat. Menurut warga setempat, disini masih berlaku pantangan di daerah tertentu yang terlarang untuk dilewati.

“Diperlukan keberanian, kesabaran dan perhitungan yang matang untuk dapat menaklukkannya” jelas Aris Sugiri, Koordinator Teknis Lapangan.

Baca : Menaklukkan Misteri Hutan Adat Karang Dengan Drone

Ditambahkan Aris, Data yang dihasilkan dalam misi ini adalah peta wilayah hutan adat yang terdiri dari hutan tutupan, tata guna lahan, pemukiman, data potensi (pertanian, perkebunan, kehutanan dan wisata) serta pemetaan sosial.

Lampor, sedang membantu melakukan take off Drone di Hutan Adat Kasepuhan Karang“Terimakasih atas partisipasi rekan-rekan dari Tim WTA Bogor yang telah membantu kami disini. Insya Allah, seluruh peta dan data ini akan dijadikan acuan dalam membuat rencana pembangunan Desa Jagaraksa dan Kabupaten Lebak pada umumnya” Ujar Jaro Wahid, Kepala Desa Jagaraksa.

Hutan Adat Kasepuhan Karang diperkirakan telah dikelola sejak dari jaman Belanda dan Jepang. Bahkan, Kampung Karang yang ditinggali saat ini telah mengalami pergantian empat kokolot yaitu Kolot Asmir, Kolot Narsim, Kolot Sadin, dan Kolot Icong.

Setting data dan persiapan terbangMenurut data RMI Bogor, Kasepuhan Karang telah mengalami 5 kali perpindahan. Wilayah-wilayah yang dijadikan perpindahan adalah wilayah adat keturunan Bongbang atau dikenal oleh masyarakat Kasepuhan Karang adalah tanah Bongbang. Mulai dari Kosala pindah ke Kampung Lebuh (Kecamatan Cimarga). Kemudian berpindah lagi ke Sindangwangi (Kecamatan Muncang). Lalu ke Kampung Bagu-Desa Ciminyak. Kemudian ke Kampung Pondokraksa baru kemudian ke Kampung Karang hingga saat ini. Proses perpindahan diyakini akan terjadi lagi dari Kampung Karang yang saat ini ditempati akan berpindah ke lahan cawisan yaitu Blok Lebakpatat kemudian ke Kosala dan berakhir di wilayah Jasinga.

Tim Mekanik sedang memperbaiki pesawatPengelolaan hutan adat di  Kasepuhan Karang mereka membagi wilayah kelolanya dalam Leuweung kolot/paniisan, leuweung awisan, leuweung bukaan (kebun campuran, sawah) dan Gunung Haruman. Filosofi Kasepuhan Karang dalam pengelolaan sumber daya alam yakni Salamet ku peso, Bersih ku cai (selamat oleh pisau dan bersih oleh air) yang bermakna ‘kesederhanaan terhadap berbagai hal’.

Kasepuhan Karang menyandarkan sumber penghidupan dari kemurahan alam yang merupakan anugerah dari Tuhan yang Maha Kuasa, sehingga pengelolaan sumber daya alam menitik beratkan pada keseimbangan terhadap alam; apa yang diambil harus berbanding lurus dengan apa yang diberikan terhadap alam. *(AP)*

Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Email this to someonePin on Pinterest0Share on LinkedIn0

1 comment

  1. Anonymous April 19, 2017 1:18 pm  Reply

    Wahh… Mantab.. bisa menjelajah ke daerah lain nih kapan kapan hehe.. kongrats lah buat squadrone …

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *