Workshop Berbagi Pembelajaran dalam Upaya Perlindungan Hak Atas Tanah

Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif (JKPP), bekerja sama dengan jaringan organisasi yang tergabung dalam keanggotaan International Land Coalition, yakni Konsorsium Pembaruan Agraria, RMI Bogor, dan Sayogyo Institute menyelenggarakan Workshop Berbagi Pembelajaran dalam Upaya Perlindungan Hak Atas Tanah: Cerita dari Kampung, pada Kamis (19/12/2018) di Whiz Prime Hotel, Kota Bogor.

Workshop Berbagi Pembelajaran dalam Upaya Perlindungan Hak Atas Tanah.Menurut Kornas JKPP, Deny Rahadian, Proses belajar bersama ini disebut sebagai Community Land Protector Initiative sebagai upaya perlindungan wilayah oleh masyarakat lokal dan atau adat. Awalnya Program ini diinisasi oleh Namati dan International Institute For Environment and Development (IIED) melalui dukungan ILC. Program ini diikuti oleh lima organisasi yaitu IBC dari Peru, Ecolex dari Ekuador, Tanzania Nature Resources Forum (TNRF), Comaid dari Kamerun dan Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif (JKPP) dari Indonesia.

Di Indonesia, proses perlindungan wilayah kelola masyarakat yang dilakukan sendiri oleh masyarakat desa/adat telah dilakukan melalui berbagai cara bersama para pendampingnya, seperti berikut ini;

1. JKPP mendokumentasikan proses perlindungan wilayah adat melalui pemetaan perencanaan partisipatif termasuk mendorong inisiasi penyusunan peraturan lokal terkait perlindungan sumber daya alam di Desa Warungbanten, Lebak. Pemetaan desa ini merupakan bagian dari upaya pelaksanaan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 45 tahun tentang Pedoman Penetapan Dan Penegasan Batas Desa termasuk mendorong rencana inisasi PERDES.
2. KPA mempromosikan dan mendorong DAMARA (Desa Maju Reforma Agraria);
3. RMI yang terus mendampingi pasca penetapan hutan adat Kasepuhan Karang, salah satunya dalam bentuk pemetaan rincik tanah garapan di wilayah hutan adat yang dihubungkan dengan penguatan ekonomi masyarakat adat melalui inisasi lembaga ekonomi mikro- bersama untuk memastikan pemenuhan kebutuhan modal dalam tata produksi, dan
4. SAINS yang terus melakukan riset untuk membangun analysis kritis dari cerita soal implementasi kebijakan dikomunitas sebagai masukan dalam memperkuat gerakan agraria.

Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Email this to someonePin on Pinterest0Share on LinkedIn0

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *