JKPP

Perempuan Millenial dan Pemetaan Partisipatif

Imroatun, warga Desa Bojongkoneng, Kec. Paninggaran, Kab. Pekalongan merupakan salah satu peserta pelatihan pemetaan partisipatif untuk usulan Perhutanan Sosial pada (15/10/2019) di Kali Paingan, Pekalongan.

Menurutnya, dirinya sangat senang mengikuti pelatihan pemetaan partisipatif ini karena banyak ilmu dan pengalaman baru yang diperoleh.

Dengan bekal pengalaman singkat tersebut, dirinya berjanji akan berbagi ke rekan-rekan lainnya di desa untuk bersama-sama mengembangkan potensi desa termasuk wisata agar mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Desa Bojong Koneng memiliki potensi wisata yang potensial untuk dikembangkan melalui metode pemetaan partisipatif ini” terangnya.

Dirinya berharap, perempuan muda seperti dirinya dapat membuka diri dan mau belajar untuk menggali potensi desanya melalui penyediaan data spasial dan sosial agar tercipta ruang untuk masa depan desa yang lebih baik.

Hal senada disampaikan Anis Safitri, Hasanah dan Reni Dewi, ketiganya warga Desa Bawang Kec. Blado, Kab. Batang saat mengikuti pelatihan  penggunaan GPS, Senin (14/10/2019) di Wisata Alam Damar Asri, Deles.

Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka pemetaan partisipatif untuk usulan perhutanan sosial dan pemetaan Desa di Kecamatan Blado, Tersono, Reban dan Bawang Kab. Batang melalui Program Dedicated Grant Mecanism (DGM) @dgm.indonesia.

Menurut Anis, perempuan millenial sudah saatnya untuk membuka ruang belajar dengan mengenali potensi daerah menggunakan metode pemetaan partisipatif.

“Dengan belajar teknik pemetaan partisipatif, saya mendapatkan banyak informasi dan pengalaman baru untuk dapat dikembangkan di desa agar lebih maju” ujar Anis.

“Ayo, siapa lagi yang mau belajar pemetaan partisipatif bareng saya?” ajaknya.